Sabtu, 12 Mei 2018

ANGGARAN PRODUK







 Berdasarkan data di atas, persediaan produk jadi awal dan persediaan
produk jadi akhir di rencanakan masing-masing 125  porsi dan 150 porsi













4. Anggara Stabilitas Persediaan
   Keterangan AM    = AL - MALIKI
                       AMN = AL - MADINAH







Sabtu, 31 Maret 2018


PROJECT UAS 
DATA PENJUALAN PENGERAJIN SONGKOK



PENGERAJIN SONGKOK
Jl. Raya Penganden RT 10/03
Manyar Gresik
N
BLULAN
TAHUN
Y (Penjualan songkok
1
April
2017
                 240
2
Mei
 -
3
Juni
              1,080
4
Juli
 -
5
Agustus
 -
6
September
                 920
7
Oktober
              1,410
8
Novenber
                 970
9
Desember
 -
10
Januari
2018
 -
11
Februari
 -
12
Maret
              1,120
TOTAL
              5,740





AGGARAN PENJUALAN

Anggaran penjualan adalah titik awal di dalam penyusunan master budget atau anggaran induk perusahaan. Berbagai anggaran lainnya yang ada dalam perusahaan biasanya tergantung kepada anggaran penjualan. Jika anggaran penjualan jelek maka master budget atau anggaran induk menjadi tidak bermanfaat dan memboroskan waktu usaha. Master budget atau anggaran induk adalah suatu jaringan kerja yang terdiri dari berbagai macam anggaran yang dipisah tetapi saling berhubungan dan saling bergantung. Anggaran induk biasanya disusun untuk jangka waktu satu tahun.
Menurut Narumondang Bulan Siregar (2003) didalam arikelnya berjudul Penyusunan Anggaran Perusahaan Sebagai Alat Manajemen Dalam Pencapaian Tujuan menyatakan bahwa:
            ”Anggaran penjualan adalah anggaran yang menerangkan secara terperinci tentang penjualan perusahaan dimasa datang dimana didalamnya ada rencana tentang jenis barang, jumlah, harga, waktu serta tempat penjualan barang.
Menurut Erlina (2002) didalam arikelnya yang berjudul Peramalan Anggaran Penjualan menyatakan bahwa:
            ”Anggaran penjualan adalah titik awal didalam penyusunan anggaran induk. Titik kritis penyusunan anggaran penjualan adalah memperidiksi penjualan dimasa yang akan datang”.
Menurut M. Munandar (2001) didalam bukunya Budgeting memberikan pengertian anggaran penjualan adalah:
”Dimaksud dengan budget penjualan (sales budget) ialah budget yang merencanakan secara lebih terperinci tentang penjualan perusahaan selama periode yang akan datang, yang didalamnya meliputi rencana tentang jenis (kualitas) barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual, waktu penjualan serta tempat (daerah) penjualannya”.
Dari pengertian tersebut, jelaslah bahwa anggaran penjualan hanyalah merupakan salah satu bagian saja dari seluruh rencana perusahaan di bidang pemasaran (sales planing). Anggaran penjualan perlu dikembangkan dengan teliti agar anggaran-anggaran operasi dan anggaran finansial saling isi mengisi dan saling memantau dalam menyusun rencana anggaran komprehensip.
Agar anggaran penjualan lebih teliti dan meyakinkan maka diperlukan ”Tim Peramal Penjualan” yang terdiri dari beberapa ahli dari bidang distribusi dan didukung oleh ahli-ahli bidang keuangan, produksi dan dari bidang lainnya. Peramalan penjualan akan menilai target penjualan yang akan dicapai sebagai dasar penjualan. Sebaliknya, rencana anggaran penjualan dapat dipergunakan untuk menyusun pembuatan bagian-bagian dari anggaran-anggaran lainnya.
Kegunaan Anggaran Penjualan

Adapun kegunaan anggaran penjualan tersebut menurut Munandar (2001) didalam bukunya berjudul Budget menyebutkan sebagai berikut:
”Secara umum, semua budget, termasuk budget penjualan, mempunyai tiga kegunaan pokok, yaitu sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja dan sebagai alat pengawasan kerja yang membantu management dalam memimpinya jalanya perusahaan. Sedangkan secara khusus, budget penjualan berguna sebagai dasar penyusunan semua budget-budget dalam perusahaan, sebab bagi perusahaan yang menghadapi pasar yang bersaing, budget penjualan harus disusun paling awal daripada semua budget yang lain, yang ada dalam perusahaan”.
  1. Sebagai pedoman kerja
    Anggaran penjualan berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah serta sekaligus memberikan target-target yang harus dicapai oleh aktivitas-aktivitas perusahaan di waktu yang akan datang.
  2. Sebagai alat pengkoordinasian kerja.
    Anggaran penjualan berfungsi sebagai alat untuk pengkoordinasian kerja agar semua bagian yang terdapat dalam perusahaan dapat saling menunjang, saling bekerja sama dengan baik, untuk menuju ke sasaran yang telah ditetapkan. Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan lebih terjamin.
  3. Sebagai alat pengawasan kerja
    Anggaran penjualan berfungsi pula sebagai tolok ukur, sebagai alat pembanding untuk menilai (evaluasi) realisasi aktivitas perusahaan nanti. Dari perbandingan tersebut dapat pula diketahui sebab-sebab penyimpangan antara anggaran penjualan dengan realisasinya, sehingga dapat pula diketahui kelemahan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan.
Secara khusus, anggaran penjualan berguna sebagai dasar penyusunan semua anggaran-anggaran dalam perusahaan, sebab bagi perusahaan yang menghadapi pasar yang bersaing, anggaran penjualan harus disusun lebih awal dari semua anggaran yang lain, yang ada dalam perusahaan.
Jadi dapatlah dikatakan bahwa anggaran penjualan berfungsi pula sebagai tolok ukur, sebagai alat pembanding untuk menilai realisasi kegiatan perusahaan dengan membandingkan antara apa yang tertuang di dalam anggaran dengan apa yang dicapai oleh realisasi kerja perusahaan, sehingga dapatlah diketahui apakah telah bekerja sesuai dengan rencana atau tidak.
Teknik Forecasting Dalam Anggaran Penjualan

Anggaran penjualan yang akan disusun biasanya memerlukan peramalan, khususnya tentang produk atau jasa yang diperkirakan akan mampu dijual serta harga jualnya. Biasanya informasi ini dikaitkan dengan waktu serta atau daerah penjualan yang akan dijangkau.
Istilah sales forecasting berbeda dengan sales budgetSales forecasting (perkiraan/peramalan penjualan) merupakan taksiran atau prediksi yang dapat atau tidak dapat menjadi anggaran penjualan (sales budget). Seperti yang dikemukakan oleh M. Munandar dalam bukunya Budgeting memberikan pengertian sales forecasting adalah (2001):
”Taksiran-taksiran (forecast) tentang kegiatan-kegiatan perusahaan dalam jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang, yang didalamnya meliputi rencana tentang jenis (kualitas) barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual, harga barang yang akan dijual, dengan waktu serta tempat (daerah) penjualannya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sales forecasting merupakan peramalan kondisi yang akan datang yang didasari oleh asumsi-asumsi di mana hasil dari peramalan tersebut digunakan sebagai dasar untuk membentuk perencanaan penjualan yang kemudian dikuantifikasikan dalam bentuk anggaran penjualan.
Dalam melakukan sales forecasting, terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan menurut Supriyono (2000) didalam bukunya Sitem Pengendalian Manajemen yaitu :
  1. Pengalaman masa lampau dalam ukuran volume penjualan.
  2. Prospektif kebijakan harga jual.
  3. Banyaknya pesanan penjualan yang belum terpenuhi
  4. Studi penelitian pasar.
  5. Kondisi ekonomi industri. Pergeseran indikator ekonomi, misalnya produk nasional kotor, ketenagakerjaan, harga, dan penghasilan penduduk.
  6. Produksi dan advertensi produk.
  7. Persaingan dalam industri.
  8. Kondisi ekonomi umum.
  9. Bagian pasar”.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Anggaran Penjualan

Suatu anggaran dapat berfungsi dengan baik bilamana taksiran-taksiran yang termuat di dalamnya cukup akurat sehingga tidak jauh berbeda dengan realisasinya nanti. Untuk bisa melaksanakan penaksiran secara lebih akurat, diperlukan berbagai data, informasi, dan pengalaman yang merupakan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan di dalam menyusun suatu anggaran. Adapun faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam menyusun anggaran penjualan, secara garis besarnya dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu :
  1. Faktor-faktor intern
    Yaitu data, informasi, dan pengalaman yang terdapat di dalam perusahaan sendiri. Faktor-faktor tersebut antara lain berupa :
o    Penjualan tahun-tahun lalu melalui baik kualitas, kuantitas, harga, waktu maupun tempat penjualan.
o    Kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan masalah penjualan, seperti misalnya pemilihan saluran distribusi, pemilihan media-media promosi, dan cara penetapan harga jual.
o    Kapasitas produk yang dimiliki perusahaan, serta kemungkinan perluasannya di waktu yang akan datang.
o    Tenaga kerja yang tersedia, baik jumlahnya maupun keterampilan, dan keahliannya serta kemungkinan pengembangannya diwaktu yang akan datang.
o    Modal kerja yang dimiliki perusahaan, serta kemungkinan penambahannya di waktu yang akan datang.
o    Fasilitas-fasilitas yang dimiliki perusahaan serta kemungkinan perluasannya di waktu yang akan datang.
Sebagaimana telah diuraikan di muka, sampai batas-batas tertentu, perusahaan masih dapat mengatur dan menyesuaikan faktor-faktor intern ini dengan apa yang diinginkan untuk masa yang akan datang. Oleh karena itu faktor-faktor intern ini sering disebut sebagai faktor yang controllable (dapat diukur dan diawasi).
  1. Faktor-faktor Ekstern
    Merupakan data, informasi, dan pengalaman yang terdapat di luar perusahaan, tetapi mempunyai pengaruh terhadap anggaran penjualan perusahaan. Faktor-faktor tersebut antara lain berupa :
o    Keadaan persaingan pasar.
o    Posisi perusahaan dalam persaingan.
o    Tingkat pertumbuhan penduduk.
o    Tingkat penghasilan masyarakat.
o    Elastisitas permintaan terhadap harga barang yang dihasilkan perusahaan.
o    Agama, adat-istiadat, dan kebiasaan masyarakat.
o    Berbagai kebijakan pemerintah, baik di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya maupun keamanan.
o    Keadaan perekonomian nasional maupun internasional.
o    Kemajuan teknologi, barang-barang substitusi, selera konsumen, dan kemungkinan perubahannnya.


Rabu, 14 Maret 2018


Macam – Macam Anggaran


Macam-macam Anggaran menurut M.Nafarin dalam bukunya Penganggaran Perusahaan adalah :
1.      Menurut dasar penyusunan anggaran terdiri dari anggaran variabel dan anggaran tetap.
2.      Menurut cara penyusunan, anggaran terdiri dari anggaran periodik dan anggaran kontinu.
3.      Menurut jangka waktu, anggaran terdiri dari anggaran jangka pendek (anggaran taktis) dan jangka panjang (anggaran stategis).
4.      Menurut bidangnya anggaran terdiri dari anggaran operasional dan anggaran keuangan.
5.      Menurut kemampuan menyusun, anggaran terdiri dari anggaran komprehensif dan anggaran anggaran partial.
6.      Menurut fungsinya anggaran terdiri dari appropriation budget dan perfomance budget.
Keenam macam-macam anggaran diatas akan dibahas dalam uraian berikut :

v  Menurut dasar penyusunan, anggaran terdiri dari :
1.      Anggaran variabel, yaitu anggaran yang disusun berdasarkan interval (kisar) kapasitas (aktivitas) tertentu dan pada intinya merupakan suatu seri anggaran yang dapat disesuaikan pada tingkat-tingkat aktivitas (kegiatan) yang berbeda.
2.      Anggaran tetap, yaitu anggaran yang disusun berdasarkan suatu tingkat kapasitas tertemtu. Anggaran tetap disebut juga dengan anggaran statis.
v  Menurut cara penyusunan, anggaran terdiri dari :
1.      Anggaran periodik adalah anggaran yang disusun untuk satu periode tertentu, pada umumnya periodenya satu tahun yang disusun setiap akhir periode anggaran.
2.      Anggaran kontinu adalah anggaran yang dibuat untuk mengadakan perbaikan anggaran yang pernah dibuat, misalnya tiap bulan diadakan perbaikan, sehingga anggaran yang dibuat dalam satu tahun mengalami perubahan.
v  Menurut jangka waktu, anggaran terdiri dari :
1.      Anggaran janka pendek (anggaran taktis) adalah anggaran yang dibuat dengan jangka waktu paling lama sampai satu tahun. Anggaran untuk keperluan modal kerja merupakan anggaran jangka pendek.
2.      Anggaran jangka panjang (anggaran strategis) adalah anggaran yang dibuat dengan jangka waktu lebih dari satu tahun. Anggaran untuk keperluan investasi barang modal merupakan anggaran jangka panjang yang disebut anggaran modal (capital budget). Anggaran jangka panjang tidak mesti berupa anggaran modal. Anggaran jangka panjang diperlukan sebagai dasar penyusunan anggaran jangka pendek.
v  Menurut bidangnya, anggaran terdiri dari anggaran operasional dan anggaran keuangan. 
Kedua anggaran ini bila dipadukan disebut anggaran induk (master budget). Anggaran induk yang mengkonsolidasikan rencana keseluruhan perusahaan untuk jangka waktu pendek biasanya disusun atas dasar tahunan.anggaran tahunan dipecahkan lagi manjadi triwulan dan anggaran triwulan dipecahkan lagi menjadi anggaran bulanan.
Ø  Anggaran Operasional adalah anggaran untuk menyusun anggaran laporan laba rugi. Anggaran operasional terdiri dari :
1.  Anggaran penjualan.
2.  Anggaran biaya pabrik
3.  Anggaran biaya bahan baku
4.  Anggaran biaya tenaga kerja langsung
5.  Anggaran biaya overhead pabrik
6.  Anggaran beban usaha
7.  Anggaran laporan laba rugi
Ø  Anggaran keuangan adalah anggaran untuk menyusun anggaran neraca. Anggaran keuangan, antara lain terdiri dari :
1.  Anggaran kas
2.  Anggaran piutang
3.  Anggaran persediaan
4.  Anggaran utang
5.  Anggaran neraca
v  Menurut kemampuan menyusun, anggaran terdiri dari :
1.      Anggaran komprehensif, merupakan rangkaian dari berbagai macam anggaran yang disusun secara lengkap. Anggaran komprehensif merupakan perpaduan dari anggaran operasional dan anggaran keuangan yang disusun secara lengkap.
2.      Anggaran partial, adalah anggaran yang disusun tidak secara lengkap, anggaran yang hanya menyusun bagian anggaran tertentu saja. Misalnya karena keterbatasan kemampuan, maka hanya dapat menyusun anggaran operasional.
v  Menurut fungsinya,  anggaran terdiri dari :
1.      Appropriation budget, adalah anggaran yang diperuntukkan bagi tujuan tertentu dan tidak digunakan untuk manfaat lain. Misalnya anggaran untuk penelitian dan pengembangan.
2.      Performance budget, adalah anggaran yang disusun berdasarkan fungsi aktivitas yang dilakukan dalam perusahaan untuk menilai apakah biaya/beban yang dikeluarkan oleh masing-masing aktivitas tidak melampaui batas.
Sementara menurut Ellen Christina dkk dalam bukunya Anggaran Perusahaan Suatu Pendekatan Praktis macam-macam angggaran terdiri atas :
1.      Berdasarkan ruang lingkup/intensitas penyusunannya, anggaran dibedakan menjadi Anggaran Parsial dan Anggaran Komprehensif
2.      Berdasarkan fleksibilitasnya anggaran dibedakan menjadi Anggaran Tetap (Fixed Budget) dan Anggaran Kontinyu (Continous Budget)
3.      Berdasarkan periode waktunya anggaran dibedakan menjadi Anggaran Jangka Pendek dan Anggaran Jangka Panjang

Ketiga macam-macam anggaran diatas akan dibahas dalam uraian berikut :

Ø  Berdasarkan ruang lingkup / intensitas penyusunannya, anggaran dibedakan menjadi :
o   AnggaranParsial
Yaitu anggaran yang ruang lingkupnya terbatas, misalnya anggaran untu produksi atau bidang keuangan saja.


o   Anggaran Komprehensif
Yaitu anggaran dengan ruang lingkup menyeluruh, karena jenis kegiatannya meliputi seluruh aktivitas perusahaan di bidang marketing, produksi, keuangan, personalia dan administrasi.
Secara garis besar, isi dari anggaran komprehensif terdiri dari :


o   Forecasting Anggaran
Yaitu anggaran yang berisikan taksiran-taksiran (forecast) tentang kegiatan-kegiatan perusahaan jangka waktu (periode) tertentu dan taksiran-taksiran tentang keadaan atau posisi finansial perusahaan pada suatu saat tertentu dimasa yang akan dating


o   Variabel Anggaran
Yaitu anggaran yang berisikan tentang tingkat perubahan biaya atau tingkat variabelitas biaya, khususnya biaya-biaya yang termasuk kelompok biaya “semi biaya”, sehubungan dengan adanya perubahan produktivitas perusahaan.


o   Analisis Statistika dan Matematika
Yaitu analisis yang digunakan untuk membuat taksiran-taksiran (forecast) serta untuk mengadakan penilaian (evaluasi) dalam rangka mengadakan pengawasan kerja. Semua analisis tersebut perlu dilampirkan dalam anggaran yang disusun.


o   Laporan Keuangan
Yaitu laporan tentang realisasi pelaksanaan anggaran yang dilengkapi dengan berbagai analisis perbandingan antara anggaran dengan realisasinya, sehingga dapat diketahui bila ada penyimpangan yang terjadi, dan dapat diambil kesimpulan serta tindak lanjut.


o   Berdasarkan fleksibilitas, anggaran dibedakan menjadi :
Anggaran Tetap (Fixed Budget)
Yaitu  anggaran yang disusun untuk periode waktu tertentu dengan volume yang sudah ditentukan dan berdasarkan volume tersebut disusun rencana mengenai revenue, cost, expenses


o   Anggaran Kontinyu (Continous Budget)
Yaitu anggaran yang disusun untuk periode tertentu, dengan volume tertentu dan berdasarkan volume tersebut diperkirakan besarnya revenue, cost, expenses, namun secara periodik dilakukan penilaian kembali.



Ø  Berdasarkan periode waktu, anggaran dibedakan :
Ø  Anggaran Jangka Pendek (1 tahun)

Ø  Anggaran Jangka Panjang (lebih dari satu tahun)

Ø  Anggaran jangka panjang merupakan rencana perusahaan dengan cakupan waktu yang panjang dengan penekanan pada pengembangan profil perusahaan pada masa yang akan datang. Anggaran jangka panjang mencerminkan perencanaan menyeluruh tentang kegiatan yang akan dilakukan dalam jangka panjang dan merupakan suatu kesatuan yang utuh dari rencana yang disusun untuk kegiatan setiap tahun.


Ø  Anggaran jangka panjang meliputi :
ü  Proyeksi penjualan, biaya, dan laba (Sales, Cost, and Projections)
ü  Proyek-proyek utama dan penambahan modal (Major project and capital additions)
ü  Aliran kas dan pembiayaan (Cash flow and financing)
ü  Kebutuhan personil (Personnel requirement)